Ternyata Ini Nama Ujian Masuk PTN Dari Masa Ke Masa

Penulis: Muhamad Ikhsan
12 Mei 2022 05:02

UTBK, SBMPTN, dan SNMPTN merupakan istilah yang familiar bagi kita, utamanya bagi siswa SMA kelas 12 yang berniat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu bangku perkuliahan. Namun, tahukah kamu bahwa seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berkembang dan memiliki namanya masing-masing yang tentu saja unik dan menarik untuk disimak.

Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas (SKALU): 1976-1979

Pada tahun 1976, Dewan Rektor Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas (SKALU) dengan lima anggotanya, Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan sidang dan memutuskan ujian masuk perguruan tinggi tahun 1976 dilakukan terpadu dengan dasar soal yang sama di antara universitas anggota SKALU. Hal ini menjadi cikal bakal ujian masuk PTN di Indonesia.

Seiring perkembangan universitas. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi mengganti penerimaan mahasiswa SKALU dengan nama Proyek Perintis yang lebih dikenal dengan nama Sekretariat Kerjasama Antar Sepuluh Universitas (SKASU). Sebagai pola seleksi dan penerimaan mahasiswa baru tahun 1979, proyek perintis dibagi dua, yakni proyek Perintis I dan Perintis II. Keduanya tertuang dalam Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 026/DJ/Kep/1978, dan No. 025/DJ/Kep/1978.

Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru): 1983-1989

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) memutuskan merampingkan proyek-proyek perintis dengan melakukan ujian serentak yang melibatkan 43 PTN. Ujian masuk PTN ini disebut Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru). Pada saat yang sama dibuka sistem penerimaan tanpa ujian, dikenal dengan nama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).

Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN): 1989-2001

Depdikbud mengganti Sipenmaru dengan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) diiringi dengan penghapusan program penelusuran minat dan kemampuan (PMDK). Pelaksanaan UMPTN didesentralisi menjadi tiga rayon wilayah.

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB): 2001-2008

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Abdul Malik Fadjar mencabut ketentuan yang mengatur tentang UMPTN melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 173/U/2001. Melalui SK ini, Mendiknas memberikan kewenangan dan tanggung jawab pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru kepada pimpinan PTN masing-masing. UMPTN berubah nama menjadi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).

Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN): 2008-2013

Sebanyak 56 PTN sepakat melakukan sistem seleksi calon mahasiswa baru dalam satu kepanitiaan nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemendikbud). Sistem ini menggunakan nama baru, Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN): 2013-Sekarang

Ketua Umum Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2013, Akhmaloka, menyampaikan siswa atau calon peserta SBMPTN 2013 atau jalur masuk PTN dengan ujian tertulis dan ujian keterampilan dapat memilih tiga program studi yang berbeda. SBMPTN adalah nama baru dari SNMPTN. Pelaksanaan SBMPTN mengalami perbedaan dengan modernisasi sistem pendaftaran yang dilakukan secara online oleh sekolah, siswa, dan proses seleksi serta pengumuman.

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

20 Mei 2022 02:54
Materi dan Pembelajaran SMA

Era Aufklarung, Masa Setelah Renaisans

20 Mei 2022 02:32
Materi dan Pembelajaran SMA

Indonesia Masa Awal Kemerdekaan

20 Mei 2022 11:19
Pengetahuan Umum

Aksi Kamisan, Berdiam Diri Melawan Lupa

17 Mei 2022 01:55
Pendidikan Umum

7 Tips Ampuh Mempersiapkan Diri Menuju SBMPTN

15 Mei 2022 09:47