Revolusi Tiongkok, Gerbang Tiongkok Menuju Negara Modern

Penulis: Muhamad Ikhsan
01 Juli 2022 08:05

Ilustrasi Revolusi Cina. Sumber:ucsb.edu

Tiongkok atau Cina sejak zaman dahulu memiliki kebudayaan besar dan wilayahnya yang membentang luas. Besarnya negara tersebut tidak serta merta menjadikan kehidupan di wilayah tersebut berjalan dengan lancar. Masa-masa keterpurukan Cina salah satunya harus dijalani saat terjadi Revolusi Cina yang mengubah bentuk negara tersebut dari kekaisaran menjadi negara dengan sistem demokrasi yang mengakhiri lebih dari 2000 tahun sistem kekaisaran. Revolusi ini juga disebut dengan Revolusi 1911 Revolusi Xinhai (babi logam) karena terjadi pada tahun babi logam menurut sistem penanggalan tahun Cina.

Latar Belakang Revolusi 

Revolusi Cina memiliki sejarah yang panjang sebelum negara tersebut menanggalkan bentuk kekaisaran. Beberapa penyebab mendasari perubahan bentuk negara Cina baik penyebab dari dalam negeri maupun faktor dari luar negeri.

Perlawanan dari Luar Negeri 

Perang Candu I dan II

Kontak bangsa barat di Cina dimulai dengan hubungan perdagangan. Kala itu komoditas yang diperdagangkan adalah opium/candu. Saat itu opium banyak dijual oleh Inggris. Opium dipilih karena dapat secara cepat memberikan keuntungan dengan membuat rakyat Cina ketergantungan untuk selalu mengonsumsinya.

Penjualan opium sebenarnya dilarang oleh Kaisar saat itu, namun pihak Inggris tetap menjualnya. Kaisar kemudian memutuskan untuk menutup perdagangan opium dengan paksa. Pelarangan tersebut mengakibatkan Inggris mengirim angkatan laut dan berhasil menguasai kota-kota pelabuhan seperti Hongkong, Xiamen, Kanton, Ningbo, Fuzhou, dan Shanghai.

Penyerangan tersebut kemudian dikenal sebagai Perang Candu I yang terjadi pada 4 September 1839 – 29 Agustus 1842. Kekalahan dalam Perang Candu I membuat Cina harus menandatangani Perjanjian Nanking pada tahun 1842 yang berisi:

  • Menyerahkan Pulau Hongkong dan kawasan sekitar selama 99 tahun
  • Memberikan ganti rugi perang sebesar 21 juta Dollar

Demi memperluas wilayah kekuasaan bangsa barat (Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Rusia) di Cina, pada tahun 1856-1860 terjadi Perang Candu II antara Kekaisaran Dinasti Qing dengan ketiganegara tersebut. Kekalahan Cina dalam Perang Candu II menghasilkan Perjanjian Tianjin pada Juni 1858 yang berisi:

  • Inggris, Prancis, Amerika, dan Rusia diizinkan membuka kedutaan di Beijing
  • Sepuluh pelabuhan baru dibuka bagi bangsa Barat, termasuk Danshui, Hankou, Niuzhuang, dan Nanjing.
  • Pemberian izin kunjungan orang asing ke pedalaman Cina, baik untuk urusan dagang atau kegiatan misionaris.
  • Cina harus membayar kerugian perang sebesar 4 juta tail perak pada Inggris dan 2 jut apada Prancis.
  • Pelarangan menyebut bangsa Barat sebagai yi (barbar).

Ilustrasi Perang Candu, sumber: trtworld.com 

Invasi Jepang

Tahukah kamu bahwa pada zaman dahulu wilayah Korea merupakan wilayah kekuasaan Cina. Namun pada tahun 1894-1895 terjadi Pemberontakan Donghak di Korea. Pemberontakan ini diakibatkan kemarahan petani Korea dan penganut agama Donghak yang dimanfaatkan oleh pemerintah Cina untuk membayar pajak besar saat membangun waduk. Pemerintah Korea kemudian kewalahan menghadapi pemberontakan tersebut dan meminta bantuan pasukan Dinasti Qin di Cina.

Ilustrasi Pemberontakan Donghak. sumber: gwangjunewsgic.com.

 Pengiriman pasukan Cina tersebut membuat Jepang marah karena tidak menghormati keberadaan Jepang. Hal ini karena Jepang merupakan penguasa wilayah Semenanjung Korea. Perang antara Cina dan Jepang tidak bisa dihindari. Dalam peperangan tersebut Cina kembali mengalami kekalahan dan harus menandatangani Perjanjian Shimonoseki pada 19 Maret 1895. Perjanjian ini berisi penyerahan Pulau Formosa/Taiwan kepada Jepang.

Dari dalam negeri juga terdapat berbagai perlawanan masyarakat. Perlawanan ini salah satunya diakibatkan perkembangan ilmu pengetahuan serta masuknya paham-paham baru seperti nasionalisme dan liberalisme. Perkembangan ilmu ini memunculkan tokoh perjuangan dari masyarakat terpelajar seperti Sun Yat Sen. 

Perlawanan dari Dalam Negeri

Kekaisaran harus menghadapi perlawanan dari dalam negeri yang dilakukan oleh rakyat. Perlawanan ini didasarkan karena kekecewaan masyarakat terhadap Kaisar. Pemberontakan yang terjadi seperti:

  • Pemberontakan Taiping (1850-1864),

Pemberontakan Tai Ping yang terjadi pada tahun 1850-1864 antara pasukan Dinasti Qing melawan kelompok Kerajaan Surgawi Perdamaian. 

  • Pemberontakan Nian (1853-1868),

Pemberontakan ini merupakan pemberontakan terhadap Dinasti Qing. Pemberontakan Nian dapat dihentikan oleh pasukan Kekaisaran

  • Pemberontakan Panthay (1855-1873)

Pemberontakan ini dilakukan oleh Suku Hui dan Muslim Tiongkok di wilayah Yunnan barat daya.

  • Gerakan Boxer (1900-1901)

Pemberontakan Boxer dilakukan karena kekecewaan rakyat kepada pemerintah yang tidak berdaya kepada kekuasaan asing di sektor perdagangan, politik, agama, dan teknologi. Gerakan Boxer dilakukan oleh petani di Kawasan Utara yang menyerang orang asing yang membangun jalur kereta api yang tidak sesuai Feng Shui dan orang Kristen yang dianggap bertanggung jawab atas kerusakan di Cina.

Proses Terjadinya Revolusi 

Revolusi Cina terjadi pada 10 Oktober 1911 yang disebut juga sebagai Wu Chang Day/ Double Ten Day dipimpin oleh Sun Yat Sen. Revolusi Cina berhasil menumbangkan Kekaisaran Dinasti Qing yang tidak berdaya melawan dominasi bangsa barat serta tidak Kaisar yang tidak bisa mengatur rakyat dan penderitaan akibat penindasan.

Pada 1 Januari 1912 Sun Yat Sen diangkat sebagai Presiden Republik Cina dengan Partai Kuo Min Tang. Partai ini memiliki pemikiran San Min Chu I/ Tiga asas yang terdiri dari nasionalisme, sosialisme dan demokrasi. Konflik kekuasaan di dalam negara Cina membuat dirinya mundur dan digantikan oleh Yuan Shih Kai pada 12 Februari 1912. Yuan Shih Kai menjabat sebagai presiden hingga tahun 1916.

Potret Chiang Kai Shek dan Mao Zedong . Sumber:supchina.com

Kemudian Sun Yat Sen kembali menjabat sebagai presiden hingga tahun 1924. Setelah itu ia digantikan oleh Chiang Kai Shek yang berhasil menyatukan wilayah utara dan selatan. Dari bagian utara, muncullah perlawanan oleh Mao Zedong dengan paham komunis. Usaha Mao Zedong berhasil menyingkirkan Chiang Kai Shek pada tahun 1949. Kemudian Mao Zedong mendirikan Republik Rakyat Cina (RRC) dan Chiang Kai Shek dan pendukungnya terpaksa mengungsi ke Kepulauan Formosa dan mendirikan negara Taiwan yang memiliki nama resmi Republic Of China (ROC). Eksistensi negara Taiwan ini tidak diakui oleh RRC dan RRC sendiri melakukan Kebijakan Satu Cina (One China Policy) bagi negara-negara di dunia untuk mengakui RRC sebagai satu-satunya negara Cina yang sah  yang meliputi Cina daratan (termasuk Tibet), Hong Kong, Macau dan Taiwan dalam hubungan diplomatik.   

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (1)

21 Juli 2022 10:42
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Komunis Rusia Tahun 1917

21 Juli 2022 08:32
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49