Mengenal Karl Marx, Menepis Mitos Hantu Komunis

Penulis: Muhamad Ikhsan
18 Mei 2022 11:45

Nama Karl Marx ibarat hantu di negeri ini. Namanya ditakuti sekaligus membawa atmosfir penasaran untuk mengenal siapa dirinya sebenarnya. Karl Marx Ibarat hantu yang selalu disebut dan dilarang diusik oleh semua orang. Namun sebaliknya, hal yang terlarang kadang lebih asyik untuk dieksplor, apalagi oleh kalangan muda yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.  Tenang, pada artikel ini kami akan menyingkap sisi kehidupan hantu tokoh yang dianggap keramat oleh sebagian besar masyarakat Indonesia secara jelas. Perlu diingat bahwa artikel ini semata-mata ditulis untuk memberikan edukasi terhadap semua orang.

Siapakah Karl Marx?

Marx Lahir dengan nama lengkap Karl Heinrich Marx pada 5 Mei tahun 1818 di Prussia atau yang sekarang dikenal sebagai Jerman. Marx dikenal sebagai seorang yang ahli dalam bidang Sejarah, Sosiologi dan Ekonomi.

Dalam ilmu sejarah nama Marx abadi dalam teori mengenai materialisme sejarah, pada Sosiologi namanya harum dengan paradigma konflik yang dirinya susun dan pada bidang ekonomi namanya sering disebut-sebut dalam teori nilai tambah dan ide masyarakat komunis.

Masa Kecil dan Pendidikan

Meskipun berasal dari keluarga Yahudi, keluarga Marx merupakan penganut Protestan yang taat. Pada usia 6 tahun dirinya dibaptis dan masa remajanya diwarnai dalam sekolah agama di Trier. Selepas menempuh sekolah agama, dirinya melanjutkan pendidikan di Universitas Bonn tahun 1835 dengan konsentrasi kebudayaan Romawi dan Yunani kuno serta sejarah seni.

Masa kuliahnya di Universitas Bonn terbilang kacau. Dirinya sering melanggar peraturan kampus karena perilakunya yang melanggar banyak aturan kampus. Barulah kemudian di tahun berikutnya dirinya pindah di Universitas Berlin dengan jurusan Hukum dan Filsafat.

Di Berlin dirinya seakan mendapatkan pencerahan dan gairah belajar. Marx muda terpikat dengan teori-teori filsafat materialisme yang dikemukakan oleh Hegel meskipun Marx tidak pernah bertemu dirinya secara langsung. Bersama Bruno Bauer, Marx menyempurnakan pemikiran Hegel dengan teori Materialisme Dialektika dan sederet pandangan lainnya mengenai filsafat materialisme.

Pada tahun 1841 Karl Marx mendapatkan gelar doktornya dengan disertasi yang mengupas Materialisme Demokritus dan Epicurus. Disertasinya mendapatkan pro dan kontra di kalangan akademik karena secara tegas membahas atheisme dan menyerang kegagalan agama dalam kehidupan manusia.

Tanpa diketahui orang banyak, Marx muda menjalin kasih dengan Jenny Von Westphalen, seorang bangsawan Jerman yang merupakan kakak kelasnya dalam perkuliahan. Jenny terpikat dengan pemikiran Marx yang radikal dan melampaui zaman. Meskipun banyak ditentang oleh keluarga, keduanya tetap bersikukuh menjalin cinta dan menikah pada tahun 1843.

Karier Setelah Keluar dari Universitas

Berbekal ilmu yang didapat dalam bangku Universitas, Marx mulai menulis dalam koran Rheinische Zeitung di Kota Cologne pada Januari tahun 1842. Koran ini memiliki aliran demokrasi liberal yang secara tajam menyuarakan kebebasan dalam mengemukakan pendapat. Di tahun berikutnya, Marx hijrah ke berbagai belahan kota di Eropa untuk mengemukakan pendapat sekaligus mencari perlindungan.

Dari Berlin Menuju Berbagai Tempat di Eropa

Paris

Destinasi pertama yang disinggahi Marx adalah kota Paris. Kota ini  dipilih karena dianggap merupakan tempat yang bebas untuk mengemukakan pendapat. Bersama tokoh seperti Arnold Ruge, Marx kemudian menerbitkan jurnal politik bernama Deutsch-Französische Jahrbücher (Kaum Annales Jerman-Perancis). Jurnal ini tidak berjalan sukses dan hanya terbit sekali.

Ada hal yang lebih penting dari jurnal ini yakni pertemuan Marx dengan Friedrich Engels yang akan menjadi sahabat abadinya di masa depan. Bersama Engels, Marx mulai menulis kritik atas karya Bruno Bauer yang merupakan koleganya dulu di universitas. Karya Marx dan Engels tersebut berjudul The Holy Family yang mengkritik konsep materialism ala Bauer.  

Brussel

Karena mendapatkan banyak tekanan, Marx kemudian hijrah ke kota Brussel, Belgia selama dua tahun. Disinilah Marx mulai mengenal konsep sosialisme. Di tahun ini pula hubungan Marx dan Engels mulai semakin dekat. Keduanya belajar sosialisme oleh Moses Hess yang dijuluki sebagai Rabi Komunis.

Sekadar informasi, Engels merupakan pemilik pabrik kain yang besar di Kota Manchester. Meskipun begitu sejak dulu dirinya telah condong kepada ide sosialisme karena dirinya menerapkan ide-ide Robert Owen yang menekankan pentingnya kesejahteraan kepada seluruh karyawan.

Pada tahun 1846 di kota Brussel, Marx mendirikan Jaringan Komite Korespondensi Komunis. Organisasi ini berupaya menyatukan seluruh kaum sosialis di Eropa. Setahun berikutnya di Inggris juga berdiri organisasi Liga Komunis yang memiliki Komite Sentral di London. Organisasi ini juga yang mendesak Marx untuk menuliskan Manifesto Komunis yang menjadi pegangan kaum komunis hingga saat ini.

Bersama Engels, Marx mulai menulis Manifesto Komunis. Pada Januari 1848 selesailah buku tersebut ditulis. Secara singkat, Manifesto Komunis berisi pertentangan kelas yang terjadi sepanjang zaman. Pertentangan kelas ini akan diakhiri oleh kemenangan kaum proletar/ buruh atas kaum borjuis/ pemilik modal. Selain itu terdapat juga konsep alienasi yang berisi penghilangan kodrat manusia terhadap kebebasan dan kreatifitas atas kungkungan sistem kapitalisme yang diderita kaum proletar.

Kembali Ke Paris dan Akhirnya ke London

Marx kembali ke Perancis untuk memberikan dukungan terhadap revolusi sosialis yang berpotensi terjadi disana. Selain itu juga Marx diusir dari Belgia karena aksinya yang dianggap membahayakan negara. Seperti di Belgia, kehadiran Marx di Perancis juga diusir oleh pemerintah sekitar dengan alasan yang sama.

Awalnya Marx mencoba untuk kembali ke Jerman, namun pemerintah Jerman menolak status kewarganegaraannya. Alhasil Marx yang saat ini tidak memiliki kewarganegaraan berpindah ke London hingga akhir hayatnya.

Kiprah di London

Di kota London, Marx membentuk organisasi pendidikan pekerja Jerman sekaligus pemindahan markas Liga Komunis disana. Marx bekerja sebagai jurnalis ke berbagai surat kabar termasuk pada koran New York Daily Tribune sejak tahun 1852 hingga 1862 dengan 355 artikel ditulis. Sayangnya kehidupan sebagai jurnalis samasekali tidak memberikan kesejahteraan kepada Marx.

Untungnya Engels sebagai sahabat sejati Marx dengan tulus menyokong kehidupannya secara total. Meskipun tidak besar, sokongan berupa gaji sebagai juru tulis di pabriknya di Manchester cukup untuk menyangga kehidupan sederhana di rumah Marx.

Di kota ini pula Marx menyusun karya terbesarnya, Das Kapital yang terdiri atas tiga jilid. Das Kapital berisi pemikirannya dalam segi ekonomi, politik, masyarakat dan pertentangan terhadap masyarakat kapitalis dan dampaknya dalam kehidupan masyarakat. Kaum Borjuis yang memegang modal hidup dengan bergelimang harta sedangkan kaum proletar sebaliknya.

Sayangnya penulisan Das Kapital sempat terhenti karena meninggalnya Marx tahun 1883. Engels kemudian menyunting dan menambahkan dua jilid atas karya tersebut. Akhirnya Das Kapital diselesaikan dan dipublikasikan pada tahun 1886.

Setelah kematiannya, Das Kapital mulai menginspirasi banyak kaum proletar untuk bergerak dan berjuang dalam konsep komunisme. Revolusi komunis di Rusia, Cina dan negara lainnya menjadi bukti. Marx menjadi salah satu pemikir yang berpengaruh dalam sejarah manusia Versi BBC tahun 1999.

Makamnya di London sampai saat ini selalu ramai dikunjungi pengagum. Pada bagian nisan di makam ini tertulis bagian buku Manifesto Komunis yaitu “Buruh dari seluruh dunia, bersatulah!”. Pemikiran Marx tidak akan hilang dan akan selalu hidup dalam perjalanan manusia. Marxisme akan mewarnai sejarah dunia sampai kapanpun.

Referensi:

https://thegreatthinkers.org/marx/biography/

https://www.thoughtco.com/karl-marx-biography-3026494

https://www.britannica.com/biography/Karl-Marx/Role-in-the-First-International

https://www.biography.com/scholar/karl-marx

https://www.marxists.org/archive/marx/bio/marx/eng-1869.htm

http://www.bbc.co.uk/history/historic_figures/marx_karl.shtml

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (1)

21 Juli 2022 10:42
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Komunis Rusia Tahun 1917

21 Juli 2022 08:32
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49