Mengapa Kita Harus Mempelajari Sejarah (Bagian 1)

Penulis: Muhamad Ikhsan
14 Juni 2022 01:47

Sejarah kadang dipandang sebagai ilmu yang membosankan, terlalu banyak hafalan mengenai tokoh dan peristiwa di masa lalu yang bahkan tidak dianggap penting. Akan tetapi sebenarnya sejarah merupakan ilmu yang menarik untuk dipelajari, tidak hanya kita dapat mengetahui peristiwa di masa lalu, kita juga dapat belajar memahami bagaimana kondisi dunia dari waktu ke waktu.

Ketika memelajari sejarah mungkin kita akan takjub mengenai banyak hal yang sebenarnya sudah ada di masa lalu, hanya saja kita belum mengetahui hal tersebut. Belajar sejarah penting karena dengan sejarah kita tidak akan mudah untuk dipengaruhi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya dan data-data yang bisa saja tidak benar, Sejarah juga membuat kita memahami bagaimana mengatasi masalah yang terjadi saat ini melalui masa lalu yang pernah terjadi.

Ruslan Abdulgani (2008) mengatakan bahwa ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi, yaitu penglihatan ke masa silam, ke msa sekarang dan ke masa depan. Arnold J. Toynbee (dalam McNeill, 1989) menyatakan, mempelajari sejarah adalah mempelajari masa lampau, untuk membangun masa depan (to study history is to study the past to bulid the future).

Kita dapat menjadi sejarawan dengan berpikir sejarah. Berpikir sejarah merupakan cara pencarian kebenaran berdasarkan sumber sejarah di masa lalu dengan ilustrasi agar sebuah peristiwa sejarah dapat dijelaskan secara baik dan benar.

Berpikir Sinkronik dan Diakronik 

1. Berpikir Diakronik

Berpikir secara diakronis berasal dari kata diakronik atau diachronich; (diachronich, terdiri dari dua kata, yaitu “dia” dari bahasa latin artinya melalui/melampaui dan “chronicus” artinya waktu). Berdasarkan definisi tersebut, berpikir diakronis berarti memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang.

Berpikir diakronik adalah berpikir secara kronologis (urutan) dalam menganalisis sesuatu. Berpikir secara kronologi membantu seorang sejarawan untuk merekonstruksi peristiwa sejarah sesuai urutan linimasa / timeline secara tepat. Selain itu cara berpikir ini membantu sejarawan untuk melakukan analisis atas perubahan sesuatu dari waktu ke waktu. Analisis ini berguna untuk mengetahui bagaimana suatu hal memengaruhi hal lain.

Sejarawan akan menggunakan pendekatan ini untuk menganalisis dampak perubahan variabel pada sesuatu sehingga memungkinkan sejarawan untuk mendalilkan mengapa keadaan tertentu lahir dari keadaan sebelumnya atau mengapa keadaan tertentu berkembang/berkelanjutan. Misalnya dalam memahami peristiwa Reformasi tahun 1998 sejarawan dapat menelusuri rangkaian peristiwa sebelumnya yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi.

2. Berpikir Sinkronik

Berpikir secara sinkronis yaitu berpikir meluas dalam ruang namun terbatas dalam waktu. Pendekatan ini dilakukan sejarawan maupun ahli ilmu sosial lainnya untuk mengetahui detail bagaimana sebuah peristiwa sejarah terjadi. Setelah dilakukan analisis secara sinkronik, sejarawan dapat menyimpulkan apa saja faktor yang berkontribusi dalam peristiwa tersebut tanpa melihat hubungan antara peristiwa sebelumnya. Misalnya dalam memahami peristiwa Pemilu pertama tahun 1955 sejarawan dapat menguraikan beragam aspek dalam ilmu sosial yang turut membentuk sebuah peristiwa sejarah terjadi.

Karakteristik Ilmu Sejarah

Setiap hal memiliki karakteristiknya masing-masing tanpa terkecuali. Kita dapat menjelaskan bagaimana karakteristik seseorang, suatu tempat dan hal lainnya dengan tujuan untuk membedakan sesuatu dengan lainnya. Oleh karena itulah, ilmu sejarah memiliki karakter yang dapat membedakan hal ilmu ini dengan ilmu lainnya.

  • Unik, peristiwa sejarah hanya terjadi sekali dan tidak akan terulang kembali.
  • Penting, peristiwa yang dapat dikatakan sebagai sejarah merupakan peristiwa yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap kehidupan manusia.
  • Abadi. Peristiwa sejarah tidak berubah dan selalu dikenang dalam memori kolektif manusia.

Konsep Ilmu Sejarah

Konsep dalam sejarah merupakan berpikir untuk memahami sejarah sebagai sebuah ilmu. Lebih lanjut konsep dalam sejarah terdiri dari periodisasi, kronologi, kronik, dan historiografi.

  1. Periodisasi

Periodisasi merupakan usaha sejarawan untuk mengkategorikan/ memberikan pembabakan untuk beragam peristiwa. Periodisasi didasarkan oleh kriteria tertentu dan bertujuan untuk memudahkan pembaca untuk memahami suatu peristiwa karena telah dikategorikan berdasarkan kedekatan tertentu seperti waktu, era pemerintahan, lapisan ditemukannya benda dan kategori lainnya. Misalnya kita bisa melihat pembabakan waktu pada sejarah Indonesia seperti masa prasejarah, masa kerajaan Hindu-Buddha, masa kolonialisme, masa kemerdekaan dan pembabakan waktu lainnya. 

  1. Kronologi

Seperti namanya, konsep kronologi merupakan cara sejarawan untuk memberikan urutan waktu peristiwa sejarah tersebut. Kronologi biasanya didasarkan oleh hari, bulan, tahun terjadinya peristiwa sejarah. Pemberian kronologi dimaksudkan untuk merekonstruksi peristiwa sejarah secara berurutan, menghindari kerancuan pada linimasa sejarah ataupun mencari hubungan antarperistiwa dalam masa ataupun tempat yang sama.

  1. Kronik

Kronik adalah catatan mengenai peristiwa sejarah. Kronik biasanya dapat ditemui pada buku harian seorang pelaku sejarah yang berisi keadaan lokasi yang dikunjunginya di masa lalu. Kronik yang ditemukan bertujuan sebagai salah satu bahan yang dapat merekonstruksi keadaan di masa lalu. Contoh kronik adalah catatan harian Marco Polo mengenai kerajaan di Nusantara, catatan harian I-tsing maupun penjelajah lainnya.

  1. Historiografi

Historiografi merupakan proses penyusunan beragam fakta sejarah yang ditemukan berdasarkan kriteria tertentu demi menjaga kebenaran peristiwa sejarah. Proses historiografi berperan penting dalam penafsiran sebuah peristiwa karena sejarawan harus menjauhkan isi tulisan dari opini pribadi dan mengutamakan fakta sejarah agar menghasilkan penuturan yang objektif dan faktual. Selain memerhatikan kebenaranFakta sejarah tersebut disusun dengan baik dengan gaya bahasa penulisan yang sesuai kebutuhan pembaca agar peristiwa sejarah yang direkonstruksi dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Berdasarkan pembagian waktu penulisan historiografi, kita mengenal tiga jenis historiografi, yaitu :

  • Historiografi Tradisional. Merupakan penulisan sejarah dalam rentang masa tradisional. Tradisional disini memiliki masa sebelum penjajahan dilaksanakan yaitu masa Hindu dan Buddha maupun Islam. Historiografi tradisional memiliki ciri seperti :
  • Sumber berupa naskah terjemahan dari India/ sumber lokal
  • Bersifat istana sentris/ fokus pada kehidupan kerajaan
  • Bersifat religiomagis/ menuliskan unsur magis dalam penulisan sejarah.

Contoh historiografi tradisional adalah hikayat, babad dan epos yang menceritakan kehidupan era kerajaan di masa lalu.

  • Historiografi Kolonial. Merupakan penulisan sejarah yang dituliskan masyarakat Eropa dalam era penjajahan di Nusantara. Historiografi colonial memiliki ciri seperti :
  • Sumber berupa dokumen pemerintahan kolonial Eropa.
  • Bersifat eropa sentris/ fokus pada kehidupan masyarakat eropa.

Contoh historiografi kolonial adalah buku History of Java karya Thomas Raffles, Indonesian Trade and Society karya Y.C. Van Leur

  • Historiografi Nasional. Merupakan penulisan sejarah yang rentang waktunya dimulai setelah Indonesia memeroleh kemerdekaan pada tahun 1945. Historiografi nasional memiliki ciri seperti :
  • Bersifat Indonesia sentris/ mengisahkan kehidupan masyarakat Indonesia
  • Menanamkan pesan nasionalisme di dalamnya.
  • Disusun oleh penulis Indonesia.

Contoh historiografi nasional adalah buku Sejarah Nasional Indonesia, Indonesia dalam Arus Sejarah.

Referensi

https://www.permanentculturenow.com/introduction-to-history/

https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Konsep-Berpikir-Diakronik-dan-Sinkronik-dalam-Seja/konten5.html

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (1)

21 Juli 2022 10:42
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Komunis Rusia Tahun 1917

21 Juli 2022 08:32
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49