Memahami Vulkanisme Bumi

Penulis: Ibnu Hayyan
15 Mei 2022 02:22

Vulkanisme

Vulkanisme adalah pergerakan magma yang berada di dalam perut bumi. Magma tersebut berbentuk cair dan berpijar. Magma tersebut bergerak naik ke permukaan bumi melalui diatrema, yaitu saluran yang mirip pipa. Peristiwa yang berhubungan dengan pembentukan gunung berapi & pergerakan magma dari dalam perut bumi ke permukaan, terdiri dari 2 macam :

  1. Intrusi Magma

Intrusi Magma adalah penerobosan magma yang tidak sampai ke permukaan bumi. Peristiwa intrusi magma disebut juga plutonisme. Walaupun tidak sampai ke permukaan bumi, penerobosan ini menghasilkan batuan beku ke dalam lapisan kulit bumi yang disebut intrusive. Intrusi memiliki akibat terbentuknya:

  • Batolit, dapur magma yang luasnya lebih dari 100 km2
  • Lakolit, magma yang menyusup diantara 2 lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkay sehingga cembung, sedangkan alasnya rata
  • Sill, lapisan magma tipis yang menyusup di antara batuan lapisan, bentuknya pipih
  • Intrusi korok (gang), magma yang menyusup menerobos lapisan batuan
  • Apofisis, semacam intrusi korok, namun lebih kecil, merupakan cabang dari gang
  • Diatrema, magma (batuan) yang mengisi pipa letusan (pipa kawah)
  1. Ekstrusi Magma

Ekstrusi magma merupakan pergerakan magma dari dapur magma ke permukaan bumi. Kita dapat menyaksikan peristiwa alam ini melalui letusan gunung berapi. Letusan gunung berapi dapat dibagi kembali menjadi :

  1. Dilihat dari bentuknya
  • Erupsi sentral : Gerakan magma yang keluar dari sebuah saluran magma. Menghasilkan bermacam-macam bentuk gunung api yaitu :
    • Gunung api perisai : Erupsi bersifat efusif, bahan yang dikeluarkan hanya berwujud cair. Hanya cembung sedikit halnya perisai. Contoh : G. Kilauea, G. Maunaloa
    • Gunung api maar : Erupsinya bersifat eksplosif, bahan yang dikeluarkan relatif sedikit, karena sumber magma dangkal & sempit. Berbentuk seperti cekungan dengan tanggul di sekitarnya. Contoh : Danau kelakah di lereng gunung lamongan
    • Gunung api strato : Akibat erupsi yang bersifat campuran antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara terus-menerus
  • Erupsi linier : Erupsi yang terjadi pada lubang yang berbentuk celah memanjang. Contoh : Erupsi gunung api laki di pulau Eslandia
  • Erupsi areal : Erupsi yang terjadi melalui lubang yang besar karena dapur magma letaknya dekat sekali ke permukaan bumi.
  1. Berdasarkan kekuatannya
  • Erupsi efusif : Proses erupsi gunung api yang berupa ledakan lemah
  • Erupsi eksplosif : Erupsi gunung api yang berupa ledakan kuat

Faktor yang mempengaruhi tipe letusan gunung api

  • Derajat kekentalan magma
  • Tekanan gas magnetik
  • Kedalaman dapur magma

Jenis Gunung Berapi

  1. Strato Volcano

Gunung api yang masih aktif di dunia, termasuk di Inonesia pada umumnya berbentuk kerucut. Ciri gunung api berbentuk kerucut adalah memiliki bentuk puncak yang runcing atau lancip seperti kerucut. Bentuk gunung api kerucut sering disebut sebagai gunung api strato.

Gunung api jenis ini terjadi karena saat meletus, mengeluarkan material melalui lubang kepundan yang bentuknya kental dengan letusan lemah. Pada saat terjadi letusan kuat, magma dapat terlempar ke lereng-lereng gunung. Tetapi, pada saat terjadi letusan lemah secara berulang-ulang, sebagai akibat tekanan dari dapur magma yang tenaganya kecil, maka magma tidak terlempar jauh melainkan meleleh dan membeku di sekitar lubang kepundan, sehingga membentuk kerucut dan terlihat berlapis-lapis. Contoh gunung bentuk kerucut di Indonesia adalah Gunung Merapi di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yokyakarta.

  1. Cinder Volcano

Gunung api ini memiliki karakteristik lubang kepundannya yang berbentuk seperti corong/kubah dengan kemiringan lereng yang curam. Gunung api ini memiliki letusan yang sangat besar berjenis stromboli. Contoh gunung api yang bertipe ini adalah Gunung Vesuvius di Italia.

  1. Shield volcano

Merupakan jenis gunung api terbesar di dunia. Tipe ini terbentuk dari aliran lava basalt dan memiliki kemiringan yang landai. Gunung api ini tidak menghasilkan letusan yang besar karena magma yang dikeluarkan memiliki sifat encer. Magma basalt dengan viskositas rendah ini biasa muncul di daerah hotspot tengah samudera dan daerah batas lempeng divergen. Tipe gunung api ini lebih sering muncul di tengah samudera.

  1. Kaldera Volcano

Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Kaldera merupakan kawah gunung api yang sangat luas dan di dalam kompleks kawah tersebut sering muncul gunung api baru seperti Kaldera Bromo dan Yellowstone.

  1. Maar Volcano

Gunung api ini terbentuk dari erupsi eksplosif dan dikendalikan oleh dapur magma yang dangkal. Ketinggian gunung api ini rendah dan pasca letusan biasanya akan terbentuk danau yang dasarnya relatif kedap air. Contoh Maar Volcano adalah Eichholz Maar.

Jenis Tipe Letusan Gunung Api

Tipe Hawaii : Lavanya cairan encer, tekanan gas dan dapur magmanya sangat dangkal.

Tipe Stromboli : Lavanya cairan encer, tekanan gasnya sedang. Letusan terjadi berupa semburan gas yang membawa magma dengan disertai bom dan lapili.

Tipe Merapi : Lavanya kental, sumber magma sangat dangkal, tekanannya gasnya rendah

Penyebab Gunung Api Meletus

Tekanan di bawah tanah bertambah hingga memaksa magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi. Magma yang memancar melalui permukaan bersama batu, debu, dan gas disebut lava.

Tanda gunung api akan meletus

  • Suhu sekitar kawah naik
  • Sumber air banyak yang mengering
  • Sering terjadi gempa vulkanik
  • Sering terdengar suara gemuruh dari dalam gunung

Menurut wujudnya, material yang dikeluarkan oleh letusan gunung api, yaitu:

Padat (Eflata)

    • Bom : Eflata yang berukuran besar
    • Lapili : Eflata dengan ukuran kecil seperti kerikil
    • Pasir vulkanik : Eflata sebesar batuan pasir
    • Abu vulkanik : Eflata halus berupa debu yang dapat terbang sampai ratusan km
    • Batu apung : Batuan porous (berongga) berasal dari buih magma yang terlontar keluar dan cepat membeku

Cair

  • Lava : Aliran magma yang sampai ke permukaan bumi dan suhunya sangat tinggi
  • Lahar : Lumpur panas yang merupakan campuran lava dnegan air dan bercampur dengan materi-materi dipermukaan bumi

Gas

  • Gas nitrogen
  • Gas karbondioksida
  • Gas karbonmonoksida

Dampak Menguntungkan Letusan Gunung Berapi

  • Menyuburkan tanah
  • Daerah penangkapan hujan
  • Objek wisata
  • Bahan galian

Dampak Merugikan Letusan Gunung Berapi

  • Berbagai material, berbahaya dapat mengancam jiwa dan harta
  • Bom, lapili, dan pasir vulkanik, merusak bangunan rumah, jembatan, ladang
  • Abu vulkanik, mengganggu penerbangan, pemandangan menjadi gelap
  • Aliran lava dan lahar, merusak apa saja
  • Awan panas, membunuh penduduk, hewan, dan tumbuhan

Daerah Gunung Berapi

  • Sirkum Pasifik : Kep. Aleut - semenanjung kamsyatka - Kep. Jepang - Taiwan - Filipina - Sangir Talaud - Sulawesi Utara - Halmahera - Papua - Selandia baru - Pegunungan Andes
  • Sirkum Mediterania : Laut mediterania - Peg. Atlas - Kaukasus - Himalaya - Arakan Yoma - Busur dalam dan busur luar di Indonesia.

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (1)

21 Juli 2022 10:42
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Komunis Rusia Tahun 1917

21 Juli 2022 08:32
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49