Memahami Peristiwa Runtuhnya Tembok Berlin

Penulis: Muhamad Ikhsan
15 Mei 2022 09:34

Tembok Berlin adalah tembok pemisah yang tidak hanya membatasi Jerman Barat dan Jerman Timur. Lebih dari itu Tembok Berlin merupakan bukti sejarah bahwa persatuan sebuah bangsa tidak dapat dihalangi oleh apapun, termasuk pendirian tembok pembatas. Pada artikel ini kita akan memahami sejarah pendirian, eksistensi dan diruntuhkannya Tembok Berlin sebagai simbol persatuan Jerman Barat dan Jerman Timur.

Pendirian Tembok Berlin

Tanggal 13 Agustus 1961 adalah awal dimana kejadian ini berlangsung. Tembok Berlin yang diinisiasi oleh Jerman Timur/ Republik Demokratik Jerman bertujuan memisahkan kedua Jerman yang terbagi akibat perjanjian Potsdam dan Yalta pascaperang dunia II tahun 1945.

Tembok ini dibangun bukan tanpa alasan, sebab sebelum pendiriannya terdapat banyak rakyat Jerman Timur yang kabur menuju Jerman Barat. Demi mengatasi masalah tersebut akhirnya Dewan Rakyat Jerman Timur memutuskan bahwa sebuah tembok harus didirikan untuk menjaga eksistensi negara satelit Uni Soviet tersebut.

Meskipun dalam Perjanjian Yalta wilayah Berlin masuk ke dalam wilayah kekuasaan Soviet, pasukan sekutu mendapatkan setengah bagian kota Berlin. Atas alasan inilah Tembok Berlin kemudian dibangun dengan ketinggian 5 meter sepanjang 91 mil mengelilingi Berlin Barat dengan bagian atasnya dipasangi kawat besi dan menara pengawas.

Pro-Kontra Pembangunan Tembok Berlin

Pendirian Tembok Berlin mendapat reaksi yang cukup keras dari dunia barat. Presiden Amerika Serikat saat itu, John F. Kennedy, menyatakan keberatannya dengan pidatonya di kota Berlin Barat. Penjagaan yang ketat tetap saja tidak membuat jera masyarakat Jerman Timur untuk kabur menuju Jerman Barat. tercatat sejak 1961 sampai penghancurannya tahun 1989, tembok ini berhasil dilewati lebih dari 5.000 orang yang kabur menuju Jerman Barat.

9 November 1989, Bersatunya Kedua Berlin

Bulan Oktober 1989 saat kejatuhan pemimpin Jerman Timur menjadi awal tersebarnya kabar bahwa Berlin akan kembali menjadi satu kesatuan. Angin segar pun berhembus, tanggal 9 November 1989 pemerintah Jerman Timur membuka perbatasan dengan Jerman Barat di Berlin. Pembukaan perbatasan ini langsung dimanfaatkan rakyat Berlin untuk berkumpul di sisi masing-masing Berlin.

Warga Berlin tidak datang dengan tangan kosong, mereka membawa palu dan alat lainnya untuk menjebol Tembok Berlin. Tidak hanya peralatan tangan yang dibawa, alat berat seperti crane dan bulldozer digunakan untuk meratakan tembok tersebut. Rintangan pemisah pun runtuh, persaudaraan yang terputus antara kedua Berlin kembali terjalin. Nuansa kebahagiaan terpancar dalam penyatuan kembali Berlin. Hampir setahun kemudian pada 3 Oktober 1990 akhirnya tidak hanya Berlin yang kembali utuh, namun seluruh Jerman yang bersatu.

 

Referensi

https://history.state.gov/milestones/1937-1945/potsdam-conf Diakses pada 5 November 2019 pukul 13.30 WIB

https://www.thoughtco.com/the-berlin-wall-28-year-history-1779495 Diakses pada 5 November 2019 pukul 14.00 WIB

https://www.iwm.org.uk/history/what-was-the-berlin-wall-and-how-did-it-fall Diakses pada 5 November 2019 pukul 14.00 WIB

https://www.history.com/topics/cold-war/berlin-wall Diakses pada 5 November 2019 pukul 14.00 WIB

https://www.britannica.com/topic/Berlin-Wall Diakses pada 5 November 2019 pukul 14.00 WIB

 

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (1)

21 Juli 2022 10:42
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Komunis Rusia Tahun 1917

21 Juli 2022 08:32
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49