Memahami Merkantilisme

Penulis: Muhamad Ikhsan
15 Mei 2022 09:23

Pernahkah kita bertanya untuk apa negara-negara di Eropa melakukan perjalanan jauh dan mendirikan pusat-pusat perdagangan dan wilayah koloni di seberang laut? Jawabannya adalah karena merkantilisme. Era ini memberikan warna terhadap dunia. Tanpa merkantilisme mungkin seluruh dunia tidak akan dijelajahi dan kemajuan dunia tidak berjalan sepesat ini. Lantas, apakah yang dimaksud merkantilisme?

Merujuk kepada ensiklopedia Britannica, merkantilisme merupakan praktik ekonomi yang umum dilakukan di Eropa pada abad ke 16 sampai 18 masehi. Merkantilisme bertujuan untuk menunjukkan kekuatan ekonomi suatu negara kaitannya dalam hal persaingan dengan negara lain dimana negara menjadi pemain ekonomi utama yang absolut.1

Emas dan Perak dalam Merkantilisme

Istilah merkantilisme pertama kali disampaikan Jean Baptiste Colbert (1619-1683) menteri keuangan Perancis2. Colbert menyatakan bahwa dalam memperluas perdagangan harus dilakukan penggenjotan kuantitas barang domestik, memberlakukan pajak tinggi kepada barang impor. Tokoh-tokoh lain yang mendahului pemikiran Smith dalam merkantilisme adalah Jean Bordin (1530-1596), Thomas Mun (1571-1641).

Merkantilisme mengutamakan pengumpulan emas dan perak sebanyak-banyaknya, namun mengapa emas dan perak yang dipilih? Hal ini karena di masa tersebut kedua komoditas ini digunakan sebagai alat tukar. Pada masa ini juga semua negara saling berusaha menjatuhkan negara lain dalam perdagangan.3 Oleh karena itu sering terjadi benturan secara fisik antar negara yang tidak jarang berbuah peperangan dalam usaha memperebutkan komoditas perdagangan.

Setiap negara berusaha untuk menutup keran perdagangan internasional demi memperkaya dirinya sendiri. misalnya negara Inggris, pada era merkantilisme Inggris memberlakukan Sugar Act tahun 1764 yang melarang penjualan gula dari negara lain untuk melanggengkan monopoli dagang di seluruh wilayah koloni Inggris. Selain itu, peraturan di masa sebelumnya yaitu Navigation Act tahun 1651 menyatakan larangan kapal dari negara lain melintasi wilayah Inggris4.

Penjelajahan Dunia dan Pembentukan Serikat Dagang

Demi menjadi pemain utama perekonomian, setiap negara rela untuk melakukan ekspedisi ke penjuru dunia. Ekspedisi ini memiliki beberapa tujuan seperti memperluas wilayah perdagangan/koloni negara di Eropa, mencari pusat-pusat komoditas baru yang diperlukan dan memberlakukan monopoli dagang kepada suatu wilayah dengan mewajibkan penjualan tunggal kepada negara tersebut. Apabila masyarakat sekitar melanggar, maka tidak segan negara tersebut mengerahkan kekuatan bersenjata.

Negara-negara di Eropa memperpanjang kekuasaannya dengan membentuk serikat dagang. Serikat dagang bertujuan untuk menjadi wadah antara sesama pedagang suatu negara tertentu dimana pemerintah menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan untuk memperkuat persaingan dagang.

Serikat dagang juga memiliki pemerintahan yang mirip seperti sebuah negara bagian yang bertujuan mengatur wilayah yang dikuasai / koloni di luar negeri. Negara seperti Inggris, Belanda, Spanyol, Portugis dan negara lain memiliki bentuk serikat dagang yang serupa. Inggris memiliki East India Company (EIC) yang dibentuk 16005, Belanda dengan Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) tahun 1602.

Berkat luasnya wilayah koloni yang dimiliki, Inggris diberi julukan sebagai negeri dimana matahari tidak pernah tenggelam / the sun never sets. Tercatat pada tahun 1913 kerajaan Inggris memiliki populasi lebih dari 400 juta orang dengan luas lahan 13,7 juta mil persegi atau sekitar seperempat populasi dunia bernaung dalam kerajaan tersebut6.

Penguasaan Belanda atas nusantara di abad 17 sampai penghujung abad ke 19 pun juga didasari prinsip merkantilisme. Melalui VOC, Belanda menguasai nusantara dengan memonopoli perdagangan dengan masyarakat lokal. Demi melancarkan penguasaan di Nusantara, Belanda memberikan hak octrooi yang memperluas kekuatan VOC menguasai nusantara.

Secara singkat merkantilisme berfokus kepada :

  • Penciptaan dan perluasan kekuasaan melalui wilayah koloni di seberang lautan.
  • Pelarangan perdagangan internasional antarnegara demi menjaga kuantitas emas dan perak negara.
  • Monopoli perdagangan negara di wilayah koloni
  • Pembentukan serikat-serikat dagang sebagai upaya penghimpunan kekuatan perdagangan antarnegara.

Melalui hal ini, merkantilisme tidak hanya menjadi kebijakan ekonomi biasa, namun hal ini menjadi akar perekonomian negara Eropa7.

Kritik dan Akhir Merkantilisme

Adam Smith dikenal sebagai tokoh yang menentang sistem merkantilisme, dalam “Wealth of Nation” Smith menyatakan bahwa sudah semestinya perdagangan antar negara dapat menguntungkan kedua negara tersebut8. Setiap negara dalam sistem ini harus dapat berdagang dengan bebas tanpa adanya batasan, terlebih lagi emas dan perak bukanlah tujuan utama sebuah negara dalam memeroleh kekayaan namun sektor perdagangan harus dilihat sebagai sektor yang memberikan keuntungan.

Disamping kritik tersebut, merkantilisme berakhir karena beberapa sebab9.

  • Perpecahan dalam negara. Merkantilisme yang dikepalai negara mulai goyah seiring dengan perpecahan dalam negara tersebut. Contohnya adalah perpecahan monarki Perancis dan perubahan sistem dalam monarki Inggris.
  • Munculnya sistem ekonomi pasar bebas. Sistem ekonomi yang membebaskan transaksi antarnegara dirasa lebih cocok dan fleksibel karena semua negara pasti saling membutuhkan dalam semua sektor, salah satunya perdagangan.
  • Revolusi industri. Kemunculan era industri di abad ke 18 memunculkan kelas pengusaha swasta yang menggantikan peran negara sebagai tokoh sentral dalam perekonomian.

Hal inilah yang menjadikan merkantilisme tidak lagi dilirik sebagai sistem perekonomian utama negara-negara di Eropa. Nyatanya kebesaran perdagangan laut dan penjelajahan samudera digeser oleh industrialiasi negara-negara Eropa. Era industri dan kemajuan teknologi besar-besaran menjadikan perdagangan lebih terpusat kepada barang produksi.

 

Referensi

1https://www.britannica.com/topic/mercantilism diakses pada 2 November 2019 pukul 13.00 WIB

2https://mises.org/library/jean-baptiste-colbert-and-louisxiv diakses pada 2 November 2019 pukul 13.00 WIB

3https://www.econlib.org/library/Enc/Mercantilism.html diakses pada 2 November 2019 pukul 13.00 WIB

4https://www.investopedia.com/terms/m/mercantilism.asp diakses pada 3 November 2019 pukul 12.00 WIB

5https://www.britannica.com/topic/East-India-Company diakses pada 3 November 2019 pukul 21.00 WIB

6https://www.worldatlas.com/articles/what-does-the-sun-never-sets-on-the-british-empire-mean.html diakses pada 3 November 2019 pukul 21.00

7Heckscher, E. (1936). Revisions in Economic History: V. Mercantilism. The Economic History Review, 7(1), 44-54. doi:10.2307/2590732

8https://www.thecanadianencyclopedia.ca/en/article/mercantilism diakses pada 3 November 2019 pukul 21.00

9https://mises.org/library/economic-nationalism-mercantilism-world-war-ii diakses pada 3 November 2019 pukul 22.00

 

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49
Sejarah Dunia

Mengenal Ideologi Nasionalisme dan Demokrasi

01 Juli 2022 11:04
Materi dan Pembelajaran SMA

Kehidupan Sosial dan Politik Masa Pendudukan Jepang

15 Juni 2022 12:51