Memahami Konsep Dasar Geografi

Penulis: Ibnu Hayyan
14 Mei 2022 03:24

Istilah geografi berasal dari bahasa Yunani : geo yang berarti bumi dan graphien yang berarti gambaran. Jadi secara bahasa geografi adalah gambaran atau ilmu yang mempelajari tentang bumi. Istilah geografi sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Erasthosthenes yang dikenal sebagai bapak Geografi.

Para ahli juga banyak yang memberikan pengertian mengenai geografi, seperti sebagai berikut :

Ikatan Geografi Indonesia (IGI)

Berdasarkan hasil seminar dan lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang pada tahun 1988, geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Von Ritchoffen (1905)

Geografi adalah studi mengenai gejala dan sifat-sifat permukaan bumi beserta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala dan sifat tersebut.

Paul Vidal de la Blace (1915) 

Geografi adalah studi tentang kualitas negara-negara dimana penentuan suatu kehidupan tergantung bagaimana manusia mengolah alam ini.

Hartshorne (1960)

Geografi adalah ilmu yang berkepentingan memberikan deskripsi yang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi. Sebagai contoh, seorang ahli geografi setelah melakukan analisis kewilayahan dapat membagi suatu wilayah menjadi satuan wilayah potensial dan tidak potensial yang mana pembagian itu didasarkan pada parameter kebumian yang sesuai dengan syarat-syarat peruntukannya.

Bintarto (1977) 

Geografi adalah ilmu yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu. Dalam pandangannya, Bintarto menegaskan bahwa geografi tidak hanya mempelajari bumi dan gejala-gejalanya saja, tapi juga mempelajari manusia dengan segala kebudayaan yang dihasilkannya.

Konsep Geografi

Perkembangan kajian dan pendidikan geografi di Indonesia berhasil merumuskan konsep-konsep dasar geografi melalui Seminar dan Lokakarya Ikatan Geografi Indonesia yang di adakan di Semarang pada tahun 1988. Konsep tersebut selanjutnya disebut dengan konsep esensial geografi. Berikut adalah 10 konsep esensial geografi.

Konsep Lokasi

Konsep lokasi sangat terkait dengan kedudukan suatu objek di permukaan bumi. Konsep lokasi menjadi dua, yaitu lokasi relatif dan lokasi absolut.

  • Lokasi relatif adalah kedudukan suatu objek terkait dengan keberadaan objek lainnya. Contoh, Pulau Jawa berada di sebelah timur Pulau Sumatera dan di sebelah barat Pulau Bali. Contoh lainnya adalah kota Tarakan yang dahulu termasuk dalam wilayah provinsi Kalimantan Timur, namun sekarang masuk ke dalam wilayah provinsi wilayah Kalimantan Utara.
  • Lokasi absolut adalah kedudukan suatu objek berdasarkan posisinya terhadap koordinat garis astronomis (garis lintang dan garis bujur). Contoh, kota Canberra berada di lintang 35 18’ 48” LS dan 149 7’ 47” BT.

Konsep Jarak

Konsep jarak menyatakan ruang yang terdapat diantara dua objek. Konsep jarak juga dibagi menjadi dua, yaitu jarak relatif dan jarak absolut.

  • Jarak absolut adalah jarak yang diukur dalam satuan panjang, seperti meter atau kilometer.
  • Jarak relatif adalah jarak yang diukur dengan tidak menggunakan satuan panjang. Contoh jarak dari Pekalongan ke Semarang dapat ditempuh dalam 4 jam dengan menggunakan mobil.

Konsep Aksesibilitas

Konsep aksesibilitas terkait dengan kemudahan untuk menjangkau suatu objek. Aksesibilitas suatu tempat dapat dipengaruhi oleh kondisi medan serta sarana dan prasarana transportasi menuju objek.

Konsep Pola

Konsep pola terkait dengan susunan atau persebaran fenomena pada ruang muka bumi. Pola-pola tersebut dapat diinterprestasi serta merupakan hasil dari berbagai proses keuangan. Pola pemukiman yang dipengaruhi beberapa hal, misalnya oleh topografi suatu wilayah (pola memanjang, memusat, tersebar, dsb.) dan pola aliran sungai yang dipengaruhi oleh struktur geologi pada daerah aliran sungai (pola sungai dendritik, annular, trelis, dsb.).

Konsep Morfologi

Konsep morfologi terkait dengan bentuk muka bumi sebagai akibat proses alam yang juga dipengaruhi pula oleh aktivitas manusia. Morfologi suatu wilayah akan mempengaruhi keberadaan dan kegiataan manusia, contohnya dalam hal penggunaan lahan.

Konsep Aglomerasi

Konsep aglomerasi terkait dengan kecenderungan pengelompokan fenomena atau objek pada suatu wilayah tertentu. Contoh pengelompokan industri pada suatu wilayah kota atau juga pengelompokkan pemukiman orang rantau.

Konsep Nilai Kegunaan

Konsep nilai kegunaan terkait dengan manfaat atau kelebihan yang dimiliki suatu tempat atau wilayah. Nilai kegunaan ini bersifat relatif karena tergantung pada subjek yang menggunakan, jenis penggunaan, dan waktu. Misalnya wilayah dengan tanah yang subur akan memiliki manfaat besar jika digunakan sebagai lahan pertanian.

Konsep Interaksi dan Interdependensi

Konsep interaksi dan interdependensi terkait dengan kenyataan bahwa suatu wilayah akan mempengaruhi wilayah lainnya dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Selanjutnya terjadi hubungan dengan wilayah lain dalam bentuk perdagangan, migrasi, komunikasi dsb. Misalnya penduduk di kota membutuhkan beras dan bahan pangan lainnya dari desa, sedangkan penduduk desa membutuhkan produk industri yang dihasilkan di kota.

Konsep Diferensiasi Wilayah

Konsep diferensiasi wilayah karakteristik yang unik dan khas dari suatu wilayah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh interaksi unsur-unsur keruangan pada wilayah tersebut. Contoh, Indonesia yang berada di garis khatulistiwa memiliki iklim yang berbeda dengan iklim di Rusia.

Konsep Keterkaitan Keruangan

Konsep keterkaitan keruangan mengungkapkan bahwa keberadaan dan perkembangan suatu wilayah terjadi karena adanya hubungan dengan wilayah lain. Hal ini juga menjelaskan bahwa keberadaan fenomena di suatu wilayah yang mengakibatkan terjadinya fenomena di wilayah lain. Contohnya kegagalan panen di wilayah penghasil beras dapat menyebabkan kelaparan atau melambungnya harga beras di wilayah lain. Contoh lainnya, kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia menyebabkan polusi udara di Singapura dan Malaysia.

Pendekatan Geografi

Pendekatan Keruangan

Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan.

Pendekatan Kelingkungan

Pendekatan ekologi atau lingkungan merupakan pendekatan berdasarkan interaksi yang terjadi pada lingkungan. Pendekatan ekologi dalam geografi berkenaan dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya.

Pendekatan Kewilayahan

Dalam pendekatan kewilayahan, yang dikaji tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam keruangan, interaksi antara variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya. Pendekatan ini merupakan pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

20 Mei 2022 02:54
Materi dan Pembelajaran SMA

Era Aufklarung, Masa Setelah Renaisans

20 Mei 2022 02:32
Materi dan Pembelajaran SMA

Indonesia Masa Awal Kemerdekaan

20 Mei 2022 11:19
Pengetahuan Umum

Aksi Kamisan, Berdiam Diri Melawan Lupa

17 Mei 2022 01:55
Pendidikan Umum

7 Tips Ampuh Mempersiapkan Diri Menuju SBMPTN

15 Mei 2022 09:47