Memahami Feminisme Secara Ringkas

Penulis: Muhamad Ikhsan
12 Mei 2022 09:52

Berdasarkan etimologi/asal kata, feminisme berasal dari bahasa latin yaitu kata “Femin-” atau “femina” yang berarti perempuan dan imbuhan “-ism” sebagai praktik, keyakinan, atau sudut pandang. Feminisme yang sebagai istilah yang kita kenal pertama kali disampaikan oleh filsuf Perancis, Charles Fourier tahun 1837.

Sejatinya ide feminisme telah ada sejak era filsuf Yunani. Plato dalam buku Republik pernah menyatakan bahwa perempuan memiliki “natural capacities” atau kemampuan alami yang membuatnya bisa setara dengan laki-laki.

Gelombang-Gelombang Feminisme

Feminisme Gelombang Pertama

Gelombang pertama feminisme terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 masehi. Feminisme gelombang pertama ini bertujuan untuk membuka keran peluang bagi wanita dalam ranah sosial, khususnya untuk memperoleh hak pilih dalam pemilu.  Feminisme gelombang pertama secara “resmi” dibuka pada Konvensi Seneca Falls di New York tahun 1848. Konvensi yang disusun oleh Elizabeth Cady Stanton ini menjadi pijakan dalam pergerakan feminisme di dunia.

Gelombang Kedua Feminisme

Gelombang kedua feminisme dimulai pada tahun 60’an hingga 90’an di Amerika. Feminisme gelombang kedua fokus kepada tuntan untuk mengamandemen Konstitusi AS agar bisa menjamin kesamaan sosial/social equality antara pria dan wanita.

Demonstrasi menentang pelaksanaan Miss America di Atlantic City tahun 1968 dan 1969 menjadi tonggak perjuangan feminisme saat itu. Demonstrasi dilakukan dengan membuang bra, korset, sepatu high heel, dan peralatan makeup ke tempat sampah yang dinamakan “Freedom trash can” sebagai simbol pembebasan perempuan dari simbol-simbol misoginis.  

Gelombang Ketiga Feminisme

Gelombang ketiga feminisme dimulai tahun 1990-an hingga saat ini. Feminisme gelombang ketiga memiliki gagasan baru untuk diperjuangkan. Jika gelombang pertama dan kedua feminisme lebih berfokus kepada pemberdayaan dan kesamaan hak dalam aspek fisik dan sosial ekonomi, feminisme gelombang ketiga lebih berfokus kepada perjuangan gagasan ideal mengenai wanita.

Mereka mencoba untuk mendekonstruksi narasi sosial perihal bagaimana wanita harus tampil di muka umum, memberikan peran wanita yang lebih gender liquid serta membebaskan stigma wanita harus tampil cantik dan sempurna di masyarakat.   

Sumber:

https://medium.com/media-theory-and-criticism-2017/the-etymology-of-feminism-4ca3caec9ad0

https://www.pacificu.edu/magazine/four-waves-feminism

https://www.britannica.com/topic/feminism/The-suffrage-movement

https://www.history.com/topics/womens-history/feminism-womens-history

Enoch, J. (2012). There's no place like the childcare center: A feminist analysis of  in the World War II era. Rhetoric Review, 31(4), 422–442. https://doi.org/10.1080/07350198.2012.711199

Snyder, R. C. (2008). What Is Third‐Wave Feminism? A New Directions Essay. Signs, 34(1), 175–196. https://doi.org/10.1086/588436

Neila GM Mamahit. Pengantar teologi feminism dan hermeneutika Feminis. (Jakarta : LAI, 1999). hlm. 1

FEMINISME.Skripsi dari Andrianti Sarah. SEKOLAH TINGGI TEOLOGI “INTHEOS” SURAKARTA

Djoeffan, Sri Hidayati (2000).  GERAKAN FEMINISME DI INDONESIA : TANTANGAN DAN STRATEGI MENDATANG

Allen, C. G. (1975). Plato on Women. Feminist Studies, 2(2/3), 131. https://doi.org/10.2307/3177773

https://tirto.id/nostalgia-kejayaan-generasi-bunga-cum

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (1)

21 Juli 2022 10:42
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Komunis Rusia Tahun 1917

21 Juli 2022 08:32
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49