Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Eropa di Indonesia

Penulis: Muhamad Ikhsan
01 Juli 2022 11:37

Ilustrasi pelayaran bangsa Eropa. Sumber: medievalbritain.com

Bangsa Eropa datang ke Nusantara awalnya untuk berdagang, namun lama kelamaan niatan berdagang tersebut berubah menjadi ambisi menguasai Nusantar. Simak artikel ini biar kamu tambah tahu tentang kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Indonesia.

Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa Menuju Indonesia

Indonesia merupakan negeri yang kaya dengan rempah-rempah. Kekayaan tersebut rupanya banyak dicari banyak bangsa Eropa sebagai bahan pengawet makanan dan penghangat tubuh. Di balik itu semua, terdapat beberapa penyebab lain kedatangan bangsa Eropa mencari rempah-rempah ke seluruh dunia seperti: 

  • Konsep Imperialisme 3G (Gold, Glory, Gospel). 
  • Kemajuan IPTEK dan teknologi pelayaran. 
  • Kejatuhan Konstantinopel tahun 1453. 
  • Penyebaran buku Imago Mundi dan Il Milione karangan Marco Polo menginspirasi warga Eropa berlayar ke Timur. 

Portugis

Bangsa Portugis merupakan salah satu bangsa yang melakukan penjelajahan samudera. Bartholomeus Diaz merupakan pelaut Portugis yang melakukan penjelajahan samudera hingga ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan pada tahun 1488. Kemudian penjelajahan dilanjutkan oleh Vasco da Gama sampai ke Gowa di India pada tahun 1498 sebelum kembali ke kota Lisbon, Portugal. Perjalanan tersebut ternyata membuahkan hasil.

Keberhasilan tersebut membuat Portugis melanjutkan ekspedisi menuju ke wilayah Timur pimpinan Alfonso d’albuquerque dengan tujuan menguasai Malaka yang menjadi pusat rempah-rempah di Asia. Pasukannya kemudian berhasil menguasai Malaka pada 10 Agustus 1511 

Spanyol

Christopher Colombus merupakan pelaut Spanyol pertama yang melakukan penjelajahan Samudra. Colombus memulai penjelajahan dengan berlayar ke arah barat melewati Samudra Atlantik sesuai Perjanjian Tordesillas.

Perjanjian Tordesillas merupakan perjanjian antara Spanyol dan Portugal sepanjang satu garis meridian sepanjang 1550 kilometer di sebelah barat Tanjung Verde di pantai barat Afrika. Spanyol diberikan hak menguasai tanah di sebelah barat garis. Sementara Portugis di sisi Timur.

Pembagian dunia berdasarkan Perjanjian Tordesillas. Sumber: ilmusiana.com

Dirinya berlayar menuju India pada tahun 1492-1502. Dalam perjalanannya ia menganggap benua Amerika sebagai India. Oleh karena itu penduduk asli Amerika dikenal sebagai Indian.

Penjelajahan kemudian dilakukan Ferdinand Magelhaens/Magellan dari Spanyol menuju barat daya melintasi Samudra Atlantik sampai di ujung selatan Amerika, melewati Samudera Pasifik dan mendarat di Filipina pada tahun 1521. Pelayaran tersebut berhasil membuktikan bahwa Bumi berbentuk bulat, bukan datar sebagaimana yang dianggap oleh gereja maupun kebanyakan orang saat itu.

Perjalanan Magellan kemudian dilanjutkan oleh Sebastian del Cano. Pada tahun 1521, dirinya berhasil sampai di Tidore. Sayangnya hal tersebut dianggap melanggar Perjanjian Tordesillas. Kedua negara tersebut kemudian menandatangani Perjanjian Saragosa untuk memperbaikinya pada tahun 1529.

Belanda

Penjelajahan yang dilakukan pelaut Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1596, pasukannya berhasil mendarat di Banten. Keberadaan pelaut Belanda yang dianggap sombong dan berupaya melakukan monopoli dagang membuat Sultan Banten mengusir mereka. Di balik kegagalan tersebut, penjelajahan ini sangat berharga karena membuka jalan bagi pelaut Belanda lain untuk berdagang menuju Nusantara.

Ekspedisi kedua Belanda kemudian dilakukan pada tahun 1598-1600 yang dipimpin oleh Jacob van Neck. Pasukannya berhasil mendarat di Maluku dan membawa rempah-rempah dari sana. Ekspedisi ini semakin memperbanyak kedatangan pelaut Belanda. 

Inggris

Penjelajahan samudra yang dilakukan Inggris mulai dilakukan oleh rombongan pimpinan Sir Henry Middleton dan James Cook. Henry Middleton memulai penjelajahan pada tahun 1604 dari Inggris melewati perairan Cabo da Roca di Portugal dan Pulau Canary. 

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju perairan Afrika Selatan hingga Samudra Hindia. Dirinya sampai di Sumatera dan menuju Banten pada tahun 1604. Pada tahun 1605 Sir Henry berlayar menuju Ambon, Ternate dan Tidore.

Sedangkan James Cook sampai di Batavia tahun 1770 setelah bertolak dari Australia. James Cook juga dikenal sebagai penemu benua Australia.

Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia. 

Belanda

Belanda merupakan negara yang paling kuat pengaruhnya di Nusantara hingga mendirikan perusahaan dagang yaitu Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada 20 Maret 1602 oleh Johan van Oldenbarnevelt.

Peta Batavia era VOC. Sumber: jakartabytrain.wordpress.com

VOC dimiliki oleh 17 pemegang saham/ Heeren Zeventien yang berada di Amsterdam. VOC sendiri dibentuk karena:

  • Menghindari persaingan di antara sesama pedagang Belanda.
  • Memperkuat pengaruh Belanda dalam perdagangan melawan negara lain
  • Memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia.

VOC tidak hanya bertindak sebagai perusahaan kongsi dagang, namun menjelma sebagai kekuatan politik. VOC diberikan Hak octrooi yaitu:

  • Hak monopoli perdagangan
  • Mencetak mata uang sendiri
  • Mengadakan perjanjian
  • Menyatakan perang dengan negara lain
  • Menjalankan kekuasaan kehakiman
  • Memungut pajak
  • Memiliki angkatan perang
  • Mendirikan benteng

Dalam perjalanannya, VOC memiliki beberapa kebijakan, yaitu:

  • Contingenten Stelsel: Pajak berupa penyerahan hasil bumi kepada VOC.
  • Verplichte Leverantie: Penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditentukan VOC.
  • Ekstirpasi: Menebang kelebihan jumlah tanaman agar harga jualnya tetap tinggi
  • Pelayaran Hongi: Pelayaran dengan perahu kora-kora untuk mencegah warga menjual hasil bumi kepada selain Belanda

 VOC mengalami kebangkrutan pada tahun 1799. Hal ini terjadi karena tidak efisiennya sistem kerja VOC, beban gaji yang besar, korupsi, dan biaya peperangan besar. Wilayah Nusantara kemudian diserahan kepada Pemerintah Kerajaan Belanda.

Perebutan Politik Kolonial di Indonesia

Masa Pemerintahan Republik Bataaf

Pada era Revolusi Perancis negara tersebut memperluas wilayah kekuasaannya, salah satunya Kerajaan Belanda. Kerajaan Belanda saat itu dipimpin oleh Lodewijk Napoleon. Pada masa tersebut Kerajaan Belanda diubah bentuknya menjadi Republik Bataaf.

Dirinya mengangkat Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada tahun 1808. Daendels bertugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Adapun kebijakan yang dilakukan Daendels meliputi bidang pertahanan, ekonomi, dan pemerintahan

Kebijakan Pertahanan:

  • Pembangunan jalan dari Anyer hingga Panarukan.
  • Mendirikan benteng.
  • Membangun pangkalan laut di Merak dan Ujung Kulon.

Kebijakan Ekonomi:

  • Mengeluarkan uang kertas.
  • Monopoli perdagangan beras.
  • Menetapkan tanam paksa tanaman kopi di daerah Priangan (Priangerstelsel).

Kebijakan Pemerintahan:

  • Membagi Jawa ke dalam 9 prefektur.
  • Membangun kantor pemerintahan.
  • Mengangkat bupati menjadi pegawai pemerintahan.

Daendels kemudian digantikan Gubernur Jenderal Janssens pada tahun 1811. Pemerintahan tersebut tidak berjalan lama karena Inggris berhasil menguasai Jawa dan terpaksa menandatangani Perjanjian Tuntang yang mengawali kekuasaan Inggris di Nusantara.

Masa Pemerintahan Inggris

Pada tahun 1811, pimpinan EIC/serikat dagang Inggris di India memerintahkan  Thomas Stamford Raffles untuk menguasai Pulau Jawa. Penjajahan Inggris hanya berlangsung sampai tahun 1816. Di samping itu Thomas Stamford Raffles mengeluarkan beberapa kebijakan seperti:

  • Membagi Jawa menjadi 16 karasidenan
  • Melarang kerja paksa dan perbudakan.
  • Sistem sewa tanah
  • Mendirikan Kebun Raya Bogor.
  • Menulis buku History of Java.

Masa Pemerintahan Belanda

Belanda yang kembali menguasai Nusantara menunjuk Van Der Capellen sebagai gubernur jenderal. Kondisi Belanda yang mengalami kebangkrutan akibat peperangan dan krisis membuat Belanda mengangkat Johannes van den Bosch untuk menjadi gubernur jenderal dan mengisi kas Belanda dengan mengeksploitasi Hindia Belanda.

Van Den Bosch kemudian memberlakukan sistem tanam paksa (cultuur stelsel) pada 1830. Tanam Paksa memiliki beberapa peraturan yaitu:

  • Mewajibkan penanaman minimal 1/5 lahan dengan tanaman wajib.
  • Hasil tanaman wajib dijual ke pemerintah
  • Petani tidak boleh menggarap lahan tanam paksa melebihi tanaman padi yang dimiliki
  • Rakyat yang tidak memiliki tanah wajib kerja paksa minimal 65 hari per tahun.
  • Kerugian dan kerusakan tanaman wajib ditanggung pemerintah.

Pelaksanaan Tanam Paksa mengalami penyimpangan dengan memeras kekayaan alam dan penduduk. Penduduk dipaksa bekerja tanpa dibayar di wilayah yang jauh dalam kondisi yang memprihatinkan. Pada tahun 1870 sistem Tanam Paksa dihapus dan diganti Politik Pintu Terbuka yang dijabarkan dalam UU Agraria 1870 tentang pengaturan kepemilikan tanah pemerintah dan pribumi. Arus investasi swasta mulai memenuhi perkebunan, pertanian, dan pertambangan di luar Jawa.

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (1)

21 Juli 2022 10:42
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Komunis Rusia Tahun 1917

21 Juli 2022 08:32
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49
Sejarah Dunia

Mengenal Ideologi Nasionalisme dan Demokrasi

01 Juli 2022 11:04