Hilangnya Wisatawan di Pantai Selatan, Benarkah Akibat Diculik Nyi Roro Kidul?

Penulis: Faisal Arifin
14 Juni 2022 02:21

Sudah sejak lama masyarakat Jawa akrab dengan berbagai mitos. Salah satu mitos yang melekat adalah keberadaan Ratu Kidul dan pasukannya. Ratu Kidul dan Pasukannya dikisahkan menjadi sosok yang menguasai Pantai Selatan. Selain itu ada juga yang menganggap Ratu Kidul sebagai sosok dewi kesuburan (Taylor 2005). Banyak versi mengenai peran dari keberadaan Ratu Kidul dan pasukannya di Pantai Selatan. Menurut Arifin dalam Solikhin (2009) tradisi masyarakat di sepanjang wilayah pantai selatan memercayai dan memuja Ratu Kidul. Masyarakat Jember menganggap Ratu Kidul sebagai pelindung Nelayan. Sementara itu di Parangkusuma, masyarakat menghormatinya sebagai salah satu penjaga Keraton Mataram.

Ratu Kidul dikisahkan memiliki fisik yang sempurna. Dia memiliki kulit kuning langsat, mulus dan tata krama yang halus. Kepala Ratu Kidul berhiaskan mahkota kuning keemasan, dan memiliki gigi sedikit gingsul. Salah satu ciri yang paling mencolok dari Sang Ratu adalah menyukai warna hijau. Dalam lukisan Basoeki Abdullah digambarkan Ratu Kidul mengenakan gaun berwarna hijau.  

Hilangnya wisatawan di Pantai Selatan

Pada bagian pengantar telah dijelaskan bahwa Ratu Kidul merupakan sosok yang baik. Akan tetapi bukan berarti Ratu Kidul bisa meluapkan kemarahannya. Hilangnya para wisatawan di Pantai Selatan dikaitkan dengan kemarahan sang Ratu. Kemarahan Ratu Kidul disebabkan oleh berbagai macam hal, diantaranya ada yang berkata tidak sopan, tidak menjaga kebersihan, dan datang dengan tujuan menantang. Wisatawan yang melanggar aturan akan terseret ombak dan “dibenamkan” oleh Ratu Kidul. Konon roh dari wisatawan tersebut akan dijadikan pengikut dari Ratu Kidul.

Terlepas dari mitos yang ada, hilangnya wisatawan di Pantai selatan disebabkan kelalaian. Wisatawan yang berkunjung tidak membekali diri dengan informasi mengenai karakteristik ombak di pantai. Jum’at 5 September 2020 tujuh wisatawan asal Madiun terseret ombak saat bermain bola dipinggiran pantai Parangtritis. Menurut keterangan Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto  menduga peristiwa tersebut terjadi karena adanya rip current.

Rip Current

Pantai Parangtritis terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun menjadi Pantai yang paling banyak dikunjungi, Parangtritis memiliki “silent killer” diarea pantai. Sang pembunuh senyap tersebut bernama rip current, masyarakat sekitar menyebutnya boleran. Rip current adalah arus yang mengalir kuat ke arah laut disekitar pantai. Secara visual rip current terlihat tampak tenang, tidak ada ombak namum mampu menyeret orang hingga menjauhi bibir pantai.

Ilustrasi Rip current sumber oceantoday.noaa.gov

Rip current disebabkan adanya pertemuan dari dua ombak yang sejajar dengan garis pantai. Ombak tersebut menyebabkan terjadinya arus balik yang sangat kuat. Kecepatan arus dari rip current bervariasi tergantung kondisi gelombang awal, kondisi pasang surut, dan bentuk pantai. Gelombang awal/datang yang besar memungkinkan lahirnya rip current yang cepat. Kondisi tersebut bisa diperparah apabila pantai sedang mengalami angin kencang dan kondisi pasang naik. Bentuk pantai yang lebih cekung mendukung terbentuknya rip current. Jadi ketika berkunjung ke pantai, kita perlu mewaspadai wilayah pantai yang paling cekung dari sekitarnya.

Secara visual tampak bahwa rip current memiliki arus yang tenang. Banyak yang mengira bahwa arus yang tenang menjadi tempat terbaik untuk berenang di pantai. Padahal justru disitulah sang “silent killer” berada. Selain itu warna air laut pada rip current cenderung lebih keruh dari sekitarnya. Hal ini disebabkan kuatnya arus rip current membawa serta material pantai. Arus kuat rip current mudah dikenali menggunakan benda yang bisa mengapung. Misalnya kita letakkan pelampung atau batok kelapa di area yang tenang. Apabila benda tersebut terseret jauh hingga ke pantai maka bisa dipastikan bahwa itu rip current.

 Menurut catatan NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), rip current membunuh 150 orang setiap tahunnya di Amerika. Lebih banyak dari korban bencana akibat badai. Di Indonesia pun banyak wisatawan yang menjadi korban dari rip current. Data milik tim SAR wilayah II Gunungkidul mencatat, selama tahun 2019 terdapat 81 peristiwa kecelakaan laut. Dari 81 kejadian sebanyak 109 orang yang menjadi korban. Secara rinci 98 orang selamat, 10 lainnya dinyatakan meninggal dunia, dan 1 orang belum ditemukan. Sekretaris tim SAR mengatakan kecelakaan laut terjadi karena masyarakat masih awam tentang keberadaan rip current.

Cara Menyelamatkan Diri Dari Arus Laut

Bagaimana caranya kabur setelah terlanjur terjebak? Apakah arus rip current harus dilawan? Tentu bukan seperti itu caranya. Berenang melawan arus hanya akan membuat kita mudah lelah lalu hanyut. Berdasarkan kuliah lapang kelautan yang pernah saya ikuti, langkah pertama ketika terjebak adalah tetap tenang dan mengapung hingga ke bagian ujung dari rip current.  Hal tersebut ditandai dengan tubuh kita yang tidak lagi terbawa oleh arus. Apabila sudah tiba diujung, berenanglah ke kiri atau ke kanan dari arus kemudian melambai untuk meminta tolong penjaga pantai. Apabila yang terseret lebih dari satu orang, usahakan untuk membentuk “rantai”. Rantai manusia adalah posisi dimana perenang saling bergandeng tangan. Tujuannya adalah agar korban yang tidak bisa berenang dapat terselamatkan.

Berdasarkan penjelasan diatas bisa disimpulkan ya, bahwa mitos mengenai korban terseret arus karena diculik Ratu Kidul tidak benar. Tanpa bermaksud merendahkan budaya sekitar, tulisan ini bertujuan mengedukasi pembaca mengenai fenomena tersebut dari perspektif sains. Setiap fenomena yang terjadi dikehidupan mampu dijelaskan berdasarkan perspektif sains. Semoga tulisan ini menjadi pengetahuan baru bagi pembaca. Harapan penulis semoga kalian mematuhi peraturan yang berlaku di area pantai ya, demi keselamatan bersama.

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (1)

21 Juli 2022 10:42
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Komunis Rusia Tahun 1917

21 Juli 2022 08:32
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49