Era Aufklarung, Masa Setelah Renaisans

Penulis: Muhamad Ikhsan
20 Mei 2022 02:32

Jika masa Renaisans adalah pembuka abad kegelapan menuju kebangkitan ilmu pengetahuan, maka masa Aufklarung adalah masa pencerahan dan lanjutan dari era Renaisans. Perlu diingat bahwa kedua peristiwa ini adalah hal yang berbeda. Jangan sampai tertukar, ya.  

Istilah Aufklärung berasal dari bahasa Jerman yaitu “pencerahan” atau yang dikenal dalam bahasa Inggris dengan istilah enlightment. Aufklarung terjadi pada akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-19 masehi. Masa ini ditandai dengan optimisme manusia untuk menciptakan perubahan dan kemajuan dalam ilmu pengetahuan yang ditandai dengan kemunculan para filsuf di Eropa.

Perbedaan yang mendasar antara era Renaisans dan Aufklarung adalah dalam jika era Renaisans perkembangan ilmu pengetahuan bersifat pemikiran dalam bidang filsafat, politik, hukum, seni, dan sastra, maka pada masa Aufklarung terdapat perkembangan penemuan teknologi baru.

Aufklarung ditandai juga dengan pandangan terhadap agama yang mulai berubah. Agama dipandang sebagai penghambat kemajuan dan ekspresi manusia. Slogan seperti “Sapere Aude!” yang berarti “Beranilah Berpikir Sendiri” oleh Immanuel Kant menandakan bahwa manusia harus mengambil langkah baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dengan tujuan menambah kemajuan dan kebahagiaan. Pada masa ini, peran Tuhan dan agama dianggap berhenti dan tidak ikut campur setelah alam semesta dan komponen pendukungnya diciptakan atau yang dikenal dengan pandangan deisme. Deisme  berasal dari bahasa Latin yaitu Deus yang berarti Tuhan

Immanuel Kant (Sumber: unsplash.com).

Tokoh-Tokoh Era Aufklarung

Inggris

a) Francis Bacon

Gerakan Aufklarung di Inggris salah satunya dimotori oleh Francis Bacon. Pemikirannya yang terkenal yaitu manusia harus berusaha memecahkan masalah kehidupannya secara mandiri dan tidak bergantung kepada peran Tuhan, Menguasai ilmu pengetahuan adalah cara melepas ketergantungan kepada Tuhan karena menurutnya pengetahuan adalah kekuatan / knowledge is power.

Francis Bacon (Sumber: theconversation.com).

John Locke

John Locke merupakan filsuf yang dianggap sebagai Bapak Liberalisme. Hal ini karena dalam bukunya yang berjudul Two Treatise on Government (1689) menjelaskan bahwa kehidupan manusia dilindungi oleh hukum kodrat dan setiap manusia memiliki hak yang tidak bisa direnggut darinya (unalienable rights). Dalam pemikirannya juga menyatakan bahwa kekuasaan pemerintahan negara harus dibatasi dengan hukum-hukum tertentu agar kebebasan serta hak individu tidak dirampas serta menjaga kehidupan individu berjalan dengan lancar.

John Locke. (Sumber: history.com).

Isaac Newton

Isaac Newton dikenal dengan penjelasannya tentang hukum gravitasi. Melalui pengalaman dirinya tertimpa buah apel dari atas pohon, dirinya dapat memberikan penjelasan bahwa gerak benda di bumi dan benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum alam yang sama. Newton dikenal dengan karyanya yaitu Phillosophie Naturalis Principia Mathematica terbitan tahun 1687. Pengetahuannya tentang ilmu fisika dan matematika menjadi salah satu fondasi dalam ilmu pengetahuan modern.

Ilustrasi Isaac Newton  (Sumber: etc.usf.edu).

Perancis

Jean-Jacques Rousseau

J.J Rousseau yang menjadi filsuf pada masa Aufklarung memfokuskan diri kepada pemikiran tentang kenegaraan. Menurutnya negara yang baik adalah negara yang memiliki kedaulatan rakyat dan mempertahankan kebebasan individu. Konsep tersebut kemudian dianggap sebagai dasar-dasar demokrasi yang penting bagi manusia.

J. J. Rousseau (Sumber: eutouring.com).

Voltaire

Serupa dengan J.J. Rousseau, pemikiran Voltaire mengutamakan persamaan hak-hak manusia, kebebasan masyarakat, kebebasan beragama, dan hak mendapatkan pengadilan yang sama. Pada masa itu Perancis yang mengalami pergolakan sosial menentang praktik kehidupan kekaisaran yang sewenang-wenang, memberatkan rakyat, dan tidak membangun kondisi kehidupan menjadi lebih baik kepada seluruh rakyat.

Voltaire (Sumber: pixabay.com).

Masa Auflkarung tentu saja memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat modern. Pada era ini berkembang paham-paham baru seperti liberalisme dan nasionalisme yang berpangkal pada prinsip memaksimalkan kemampuan nalar dan pikiran manusia. Tidak hanya secara ideologis atau pemikiran, masa Aufklarung mempercepat penemuan-penemuan teknologi baru sebagai dasar teknologi modern di Eropa dan dunia. Tanpa adanya masa Aufklarung, kehidupan manusia saat ini mungkin tidak berjalan sebaik seperti sekarang. Bisa dibayangkan dunia yang masih belum terbebas dan perkembangan ilmu pengetahuan tidak akan memberikan manfaat yang besar seperti saat ini.

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (1)

21 Juli 2022 10:42
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Komunis Rusia Tahun 1917

21 Juli 2022 08:32
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49