Butuh Semangat, Self Talk Bisa Jadi Solusinya

Penulis: Muhamad Ikhsan
12 Mei 2022 10:05

Self talk merupakan dialog internal / kata-kata yang dihimpun oleh alam pikiran bawah sadar. Secara alami self-talk merepresentasikan bagaimana diri kita berpikir dan berperilaku. Self-talk bisa bersifat positif atau negatif, tergantung bagaimana diri kita mengaturnya. Self-talk yang bersifat positif bisa meningkatkan mood dan sebaliknya, secara negatif justru dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri. Self-talk dapat kita lafalkan baik dalam hati maupun dengan suara lantang akan menjadi sebuah sugesti untuk diri. Sejatinya, self-talk membantu diri sendiri menjadi lebih sadar dalam berpikir, merasa, dan bertindak.

Tulisan pada artikel ini hanya akan membahas bagaimana secara positif self-talk memberikan manfaat bagi seorang yang melakukannya.  Jika dilakukan secara rutin, Self-talk dapat meningkatkan kinerja diri, kesehatan mental, dan kepercayaan diri melalui meningkatnya daya tahan atau kekuatan untuk percaya dengan diri sendiri.

Manfaat Self Talk

Individu dengan positive self-talk yang lebih positif merasakan manfaat ini. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan self-talk positif mungkin memiliki keterampilan mental yang memungkinkan mereka memecahkan masalah, berpikir secara berbeda, dan lebih efisien dalam menghadapi kesulitan atau tantangan. Ini dapat mengurangi efek berbahaya dari stres dan kecemasan.

Berpikir positif dan optimisme dapat menjadi alat manajemen stres yang efektif. Memang, memiliki pandangan hidup yang lebih positif dapat memberi Anda beberapa manfaat kesehatan. Misalnya, sebuah penelitian tahun 2010 menunjukkan bahwa orang yang optimis memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Tidak hanya secara mental, self-talk yang bersifat positif beserta pandangan hidup yang lebih optimis dapat memberikan manfaat kesehatan lainnya secara fisik seperti :

• Mengurangi ketegangan tubuh

Dengan self-talk membuat tubuh menjadi lebih rileks karena kita tidak perlu selalu memikirakan apa yang ditakutkan dalam diri dan mengutarakannya ataupun menuliskan apa yang ditakutkan ke dalam tulisan

• Kepuasan hidup yang lebih besar

Hidup yang lebih tenang tentu saja akan membuat kita lebih enjoy atau pun puas denga napa yang dilakukan saat ini. Self-talk membuat kita memahami bagaimana diri kita dan secara tidak sadar kita akan merasa cukup dari semua yang kita miliki karena merasa puas.

• Kesehatan jantung yang lebih baik

Turunnya tingkat kecemasan bisa membuat kita terhindar dari penyakit jantung dan turunannya. Kerja jantung juga tidak akan terlalu berat jika kita mengendurkan diri dari stress dan menceritakan apa yang menjadi permasalahan dalam diri kita masing-masing.

• Peningkatan kebugaran fisik

Tidak hanya secara mental, secara fisik self-talk juga memberikan dampak yang baik. Dampak fisik bisa dirasakan karena dengan self-talk kita akan lebih bersemangat, bertenaga, dan melakukan segala sesuatu dengan maksimal. Selain itu juga akan tumbuh motivasi untuk menjaga kesehatan fisik untuk keseluruhan diri yang lebih sehat.

• Mengurangi risiko kematian akibat stres

Self Talk , Mulai Dari Mana?

Stres menjadi salah satu penyumbang kematian bagi masyarakat perkotaan. Ketegangan yang terbendung bisa jebol sewaktu-waktu. Oleh karena itu kita harus menjaga tingkat stres ke dalam kadar yang wajar dengan melakukan self-talk mengenai problem dan dinamika kehidupan yang dihadapi.

Darimana kita bisa mulai?

Kita bisa mulai di mana kita merasa nyaman melakukannya. Bisa di mana saja, khususnya di tempat di mana Anda bisa menenangkan diri.

Bagaimana cara melakukannya?

Kami menggunakan terapi perilaku kognitif (CBT) dan ini sangat sederhana: Jika Anda mengubah cara berpikir Anda, Anda dapat mengubah perasaan Anda. Disebut teknik tiga kolom, yang dikembangkan dan dinamai oleh psikiater klinis Dr. David D. Burns,

Begini Caranya

Buat tiga kolom di selembar kertas atau buku catatan, atau bisa juga dicatat secara elektronik di ponsel. Kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja, atau Ketika kamu merasakan ada yang salah dengan diri kamu saat ini. Bisa juga dilakukan sebelum tidur atau saat bangun tidur.

Kolom pertama berisi automatic thought yang biasanya merupakan self-talk secara negatif atau suara-suara pesimis dalam pikiran. Kata-kata ini bisa ditulis secara rinci atau sekadar garis besarnya saja, tergantung kebiasaan. Misalnya

-Kayanya olahraga ga pengaruh sama kesehatan gue, deh.

-Kayanya hidup gua ga berarti banget

-kayanya orang-orang tuh nyalahin gue

-Kayanya orang-orang ga percaya sama gue

-Kayanya orang-orang ga peduli sama gue

-dan seterusnya

Setelah ditulis, baca tulisan kamu. Langkah kedua yang harus dilakukan adalah melakukan cognitive distortion/ kenyataan dalam diri kamu. Cognitive distortions terdiri dari 10 macam

  • All or nothing, pikiran ketika kita melihat sesuatu secara hitam atau putih secara mutlak.
  • Overgeneralization. Perasaan generalisasi yang berlebihan atas diri, misalnya “gue emang ga berguna kayanya.”
  • Mental filter. Perasaan bahwa kita membuang perbuatan baik dalam diri dan tidak menghitungnya, misalnya “Hari ini gua ga ngapa-ngapain dan ga melakukan hal yang berguna deh.”
  • Disqualifying the positive. Menganggap kita melakukan semua hal secara negatif dan menghilangkan hal yang positif dari diri
  • Jumping to conclusions. Pikiran Ketika terlalu menyimpulkan diri sebagai pribadi yang tidak baik.
  • Magnification or minimization. Pikiran ketika melebih-lebihkan kesalahan diri dan mengurangi pencapaian diri.
  • Emotional reasoning. Perasaan ketika hal-hal negatif benar-benar merefleksikan diri kita.
  • Should statements. Penghukuman diri atas hal yang tidak dilakukan.
  • Labeling and mislabeling. Ketika kita memberikan label atas sesuatu yang baru dilakukan
  • Personalization. Menyalahkan keseluruhan peristiwa atas kehadiran kita

Satu atau dua distortions mungkin cukup, misalnya

-Harusnya gue ngelakuin gini, nih

-Harusnya gue ga usah dateng aja ke rumahnya

-Harusnya gue tuh kaya gini

-bla bla bla….

Langkah ketiga tulis rational response yang berisi bagaimana secara logis atau yang seharusnya dilakukan ketika terlintas pikiran negatif. Misalnya ketika merasa gagal untuk olahraga, pikirkan keberhasilan yang pernah dilakukan ketika berolahraga dan manfaat-manfaat olahraga yang sekiranya dibutuhkan diri.

-Gue harus sehat nih

- Dengan jaga Kesehatan hidup gue bakal lebih produktif

-Gue tuh harusnya kaya gini, loh biar ga kaya gini

-Gue tuh harus bikin jadwal, loh

- Kemudian solusi-solusi yang ga kepikiran sebelumnya pun mulai masuk ke dalam pikiran kita dan ternyata semua ada jawabannya.

Mungkin awalnya akan jadi aneh ketika kita yang tertutup buat bicara tentang apa yang dirasakan, tapi percaya deh kita itu harus jujur, seenggaknya sama diri sendiri. Jujur dengan diri sendiri lewat self-talk berguna buat membuka diri, sadar dengan kelemahan dan kelebihan. Mungkin kita belum bisa cerita ke orang lain, tapi setidaknya kita sudah mulai berani cerita ke diri sendiri lewat tulisan kita. Siapa tahu apa yang kita tulis bisa jadi buku best seller, menginspirasi banyak orang, dan bisa jadi bekal buat kehidupan kita di masa depan

Setidaknya apa yang terus menempel di pikiran kita bisa hilang, kita bisa buat solusi untuk diri sendiri, dan yakin kalau jujur dengan diri sendiri adalah hal yang baik. 

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel
Materi dan Pembelajaran SMA

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (1)

21 Juli 2022 10:42
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Komunis Rusia Tahun 1917

21 Juli 2022 08:32
Sejarah Dunia

Memahami Revolusi Industri di Eropa

01 Juli 2022 04:05
Pengetahuan Umum

Memahami Liberalisme dan Sosialisme

01 Juli 2022 03:49